Profil PP London Sumatra Indonesia Tbk.


Weekend S-News (Stock News)

Selamat pagi para investor, seperti yang kita ketahui jum’at adalah hari terakhir dalam satu pekan untuk jam kerja pasar saham berhubungan dengan itu maka pada minggu pagi ini untuk melengkapi penutupan pasar saham pada minggu ini kami dari Investor Club Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret akan memberikan sedikit ulasan dan analisis seputar emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Kebetulan pada kesempatan kali ini kami akan mengulas PP London Sumatra Indonesia Tbk.



Profil PP London Sumatra Indonesia Tbk.

Asal-usul PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk telah berjalan lebih dari satu abad dari 1906 dengan prakarsa Harrisons & Crossfield Plc yang berbasis di London, sebagai perusahaan jasa manajemen perdagangan dan perkebunan. Perkebunan London-Sumatra, yang kemudian dikenal sebagai "Lonsum", berevolusi dari waktu ke waktu untuk menjadi salah satu perusahaan perkebunan terkenal di dunia, dengan hampir 100.000 hektar perkebunan kelapa sawit, karet, teh dan kakao yang tersebar di seluruh Indonesia yang terbesar Pulau.

Setelah melakukan diversifikasi ke karet, teh dan kakao pada tahun-tahun awal, Lonsum berkonsentrasi pada karet sepanjang tahun-tahun formatif Indonesia sebagai negara merdeka, dan memulai produksi kelapa sawit pada tahun 1980an. Pada akhir dekade berikutnya, kelapa sawit telah menggantikan karet sebagai komoditas utama Perusahaan.

Lonsum memiliki 38 perkebunan inti (milik Perusahaan) dan 14 perkebunan plasma (petani kecil), yang saat ini beroperasi di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, memanfaatkan penelitian dan pengembangan lanjutan serta keahlian manajemen agro dan terampil dan Tenaga kerja berpengalaman Ruang lingkup bisnis telah diperluas untuk mencakup pemuliaan tanaman, penanaman, pemanenan, penggilingan, pengolahan dan penjualan produk kelapa sawit, karet, kakao dan teh. Saat ini Perseroan memiliki 20 pabrik yang beroperasi di Sumatera, Jawa dan Sulawesi. Lonsum dikenal di industri untuk kualitas kelapa sawitnya sebagai biji kakao, dan bisnis teknologi tinggi ini sekarang merupakan pendorong pertumbuhan utama bagi Perusahaan.

Pada tahun 1994, Harrisons & Crossfield menjual seluruh sahamnya di Lonsum kepada PT Pan London Sumatra Plantation (PPLS), yang membawa masyarakat Lonsum dengan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tahun 1996. Pada bulan Oktober 2007, Indofood Agri Resources Ltd, Cabang perkebunan PT Indofood Sukses Makmur Tbk, menjadi pemegang saham mayoritas Perusahaan melalui anak perusahaannya di Indonesia, PT Salim Ivomas Pratama.

Alasan kami mengulas LSIP dikarenakan para investor saat ini sedang tertarik oleh UP TREND dari CPO, yang memiliki dampak positif kepada LSIP. LSIP ini benar-benar emiten yang fokus kepada perkebunan kelapa sawit sebagai pokok produksi dari perusahaannya, oleh karena itu sudah sewajarnya se-sedikit mungkin kenaikkan dari CPO atau penurunan, akan langsung berdampak pada LSIP.

Saat ini kebutuhan dalam negeri sekitar 9 juta ton per tahun, 6 juta ton untuk food dan industry dan 3 juta untuk biodiesel. Kami memperkirakan CPO akan naik 10% pada masa-masa sekarang ini, dari ramadhan hingga lebaran, karena permintaan perusahaan-perusahaan manufaktur konsumer akan memperhatikan kelapa sawit ini untuk menjadikan perusahaan manufaktur tersebut sebagai industri hilir. Kita sendiri sudah mengetahui kalau LSIP ini adalah emiten pengelola kelapa sawit tetapi belum diolah menjadi produk jadi (hilir).

Setelah beberapa penjelasan di atas mengenai LSIP dan alasan kami memilih LSIP sekarang kami akan menganalisis valuasi dari LSIP, berikut adalah data-data yang akan kami analisis :
PBV : 1,2x PBV LSIP Quarter pertama pada tahun 2017 adalah 1,2x yang berarti saham ini termasuk kategori masih murah untuk dibeli, ketika saya mengamati perkembangan PBV dari LSIP ini, untuk tahun 2014 PBVnya mencapai 2,2x tahun 2015 mencapai 1,6x, dan tahun 2016 mencapai 1,7x. Dapat disimpulkan untuk PBV LSIP Quarter pertama pada tahun 2017 ini bahwa LSIP quarter pertama pada tahun ini adalah yang paling murah dibandingkan quarter pertama pada 2014, 2015, dan 2016.

PER : PER LSIP Q1 2017 adalah 6,7x yang berarti saham ini masih murah dibanding dengan PER LSIP Q1 2016 yang mencapai 61,5x ini tergolong angka yang sangat mahal sekali, karena batas wajar disebut murah adalah dibawah atau sama dengan 15x, untuk PER LSIP Q1 2015 adalah 19,3x (masih tergolong mahal), dan untuk yang terakhir PER LSIP Q1 2014 adalah 16,9x (sama saja seperti Q1 2015, PERnya tetap tergolong mahal).

Oleh karena itu, berdasarkan PER dan PBV, LSIP ini sudah melengkapi kriteria yang sangat murah untuk sebuah saham, apalagi tahun ini dan tahun sebelumnya untuk Q1nya memiliki perbedaan yang sangat jauh, dan tahun 2017 Q1 ini lah LSIP memposisikan dirinya di harga termurah daripada tahun-tahun sebelumnya pada Q1.   ROA : ROAnya mencapai 15x yang berarti saham dari emiten ini sangat menarik untuk dianalisis dan dipantau lebih lanjut.
DER : DERnya 0.0 yang berarti saham ini sehat, sebuah perusahaan yang sedikit berutang atau tidak melakukan utang kepada sektor lain berarti perusahaan tersebut dinyatan sehat secara finansial (FA) dan merupakan perusahaan yang tidak terlilit oleh utang pada waktu berikutnya.

NPM : Nett Profit Margin LSIP pada company berada di angka 19.09. Semakin tinggi NPM menandakan laba perusahaan tersebut semakin tebal, dan menandakan bahwa perusahaan tersebut semakin efisien operasionalnya.

ROE : ROE LSIP untuk Quartal 1 pada tahun 2017 adalah 18.70x, Quartal 1 pada tahun 2016 adalah 2.7x, Quartal 1 pada tahun 2015 adalah 8.5x, dan Quartal 1 pada tahun 2014 adalah 13.1x. Namun ROE ini tidak dapat dikatakan batas tinggi atau batas rendahnya, salah satu caranya hanyalah dengan membandingkan ROE tiap emiten yang akan dianalisis tetapi dengan catatan, emiten tersebut harus perusahaan sejenis dan sesuai dengan sektornya, misalnya infrastruktur dengan infrastruktur, karena akan berbeda hasilnya jika infrastruktur dengan manufaktur.

ROI : Ketika ROI dikelola dengan baik pada suatu perusahaan, maka ROI tersebut akan semakin besar hasilnya karena ROI sendiri adalah keuntungan investasi dibagi dengan jumlah uang yang diinvestasikan kepada perusahaan tersebut. Sedangkan rata-rata ROI untuk LSIP dalam 5 tahun jika di rata-rata dengan perusahaan, sektor, dan industrinya adalah adalah 29,42x. angka tersebut cukup besar untuk sebuah keuntungan investasi, dan lebih lagi, jangka waktu yang dilakukan untuk berinvestasi adalah 5 tahun.

Rekomendasi : Kami merekomendasikan untuk BUY ON WEAKNESS (BoW) LSIP dengan entry di SEKITAR bawah MA 60 yaitu 1458-1470, karena begitu harga tersebut sudah dibawah MA 60 atau mendekati, angka tersebut belum tentu jatuh lagi, dengan ditolong oleh CPO maka profit yang akan terbang dari MA 60 akan tinggi, sementara saat ini masih lumayan jauh menuju waktu lebaran, jadi ada saatnya LSIP itu turun dan mendekati MA 60, kemudian kita dapat menyesuaikan momentum di harga weakness LSIP, sehingga saat LSIP itu mulai kuat di dekat-dekat lebaran, harga akan terbang tinggi, Cut Loss di bawah 1400. Target penguatan harga  LSIP di 1700 dan  target kedua di 1905, serta supportnya berada di angka 1365.*keterangan grafik dalam kurun waktu 12 bulan.   Trend Saham LSIP adalah sideways, cukup aman untuk berinvestasi, karena harganya tidak akan berubah drastically secara cepat, bearish pelan, dan bullish nyaman. Total equity untuk LSIP pada Quarter pertama di 2017 adalah 8,013,353,000,000. Sedangkan total equity LSIP untuk Quarter pertama di 2016 adalah 7,389,809,000,000. Dari peningkatan total equity untuk Q1 2016 ke Q1 pada 2017 mencapai Rp623,544,000,000. Likuiditas perusahaan ini sangat baik dan tidak diragukan lagi.

Akhir kata, penulis berusaha menyajikan data yang tepat serta analisis yang rinci dan akurat dengan sumber referensi emiten ini dari sumber - sumber yang resmi. Segala keputusan investasi kami tanggung jawabkan kepada masing-masing investor. Penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan di lain hari, Sekian, dan Terima Kasih.

Salam Investor Club FEB UNS.
#PosperandHappy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages